Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan

Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan

Jhon Roy Purba Kapolda Papua Irjen Pol Boya Rafli Amar bersama unsur gabungan TNI, Pemerintah dan masyarakat menandatangani kain putih, sebagai wujud kebersamaan dal…

Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan

Kapolda Papua Irjen Pol Boya Rafli Amar bersama unsur gabungan TNI, Pemerintah dan masyarakat menandatangani kain putih,  sebagai wujud kebersamaan dalam menciptakan Pilkada yang damai di PapuaJhon Roy Purba Kapolda Papua Irjen Pol Boya Rafli Amar bersama unsur gabungan TNI, Pemerintah dan masyarakat menandatangani kain putih, sebagai wujud kebersamaan dalam menciptakan Pilkada yang damai di Papua

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, sebanyak 8.000 personil gabungan Polri dan TNI akan diterjunkan untuk mengamankan tahapan pemilihan kepala daerah ( pilkada) di Papua tahun 2018 mendatang.

Sebanyak 8.000 personil gabungan itu merupakan dua pertiga dari total 11.000 personil Polda Papua dan BKO Brimob dari Mabes Polri.

“Papua merupakan daerah rawan konflik. Jadi akan ada operasi mantap praja, yang kita lakukan," jelasnya, Jumat (15/12/2017).

Boy mengungkapkan, dalam proses pengamanan ada upaya penempatan pasukan dalam jumlah besar guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga : Pilkada Serentak 2018, Papua Peringkat Satu Daerah Paling Rawan

"Nanti kami akan tempatkan pasukan dakam jumlah besar seperti dalam tahapan kampanye, pemungutan hingga penghitungan guna mengantisipasi terjadinay bentrok yang tidak diinginkan, dan ini yang harus kita jaga baik,” tegasnya.

Sebelumnya, Komisioner Bawaslu RI Frits Edward Siregar mengatakan berdasarkan hasil penilaian Indeks Kerawanan Pilkada (IKP), ada tiga indikator yang menyebabkan potensi kerawanan di Papua tinggi pada Pilkada serentak jilid tiga mendatang.

Ketiga indikator itu meliputi, kontestasi, penyelenggara, dan partisipasi masyarakat.

“Sebenarnya ada 28 indikator besar yang kita kelompokan lagi menjadi tiga indikator kerawanan suatu wilayah dalam Pilkada. Hasilnya, Papua memiliki potensi kerawanan tertinggi saat Pilkada berlangsung,” tuturnya.

Frits menyebutkan, hasil penilaian IKP ini dimaksudkan untuk memudahkan Bawaslu menyusun strategi pengawasan. Ia pun mengharapkan IKP dapat memberikan kontribusi mewujudkan pilkada yang makin baik.

“Jadi dengan IKP ini, kita jadi tahu masalah apa yang harus kita upayakan pecegahannya atau penanganannya saat Pilkada, tentunya dengan cara yang sesuai dengan karakteristik Papua. IKP Bawaslu juga menjadi bahan koordinasi dengan pihak Kepolisian,” tuturnya.

Kompas TV Menyambut hari Natal dan Tahun Baru di Kota Sorong, Papua Barat. Pemerintah setempat menggelar karnaval Santa Clause.


Berita Terkait

Golkar Papua Dukung Airlangga Jadi Ketum Pengganti Setya Novanto

Langgar Kode Etik, 50 Anggota KPU di Papua Diberhentikan

Penembakan di Papua Tewaskan Warga, Polisi Telusuri Fakta Kejadian

Meski Tuai Polemik, 14 Anggota DPR Papua Jalur Pengangkatan Tetap Dilantik

Melawan, Tersangka Kasus Pencurian di Papua Ditembak di Ternate

Terkini Lainnya

Pejabat KPU RI Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Ambon

Pejabat KPU RI Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Ambon

Regional 16/12/2017, 12:09 WIB Sudah Tunjukkan KJP, Pelajar Ini Tetap Tidak Bisa Gratis Masuk Ancol

Sudah Tunjukkan KJP, Pelajar Ini Tetap Tidak Bisa Gratis Masuk Ancol

Megapolitan 16/12/2017, 12:01 WIB Permohonan Mendalam Megawati kepada Jokowi...

Permohonan Mendalam Megawati kepada Joko wi...

Nasional 16/12/2017, 11:49 WIB 17 PMKS Diamankan, Kepala Sukdis Jakbar Tindak Tegas Petugas yang Main Mata

17 PMKS Diamankan, Kepala Sukdis Jakbar Tindak Tegas Petugas yang Main Mata

Megapolitan 16/12/2017, 11:43 WIB Amankan Natal dan Tahun Baru, Polres Jaktim Mulai Gelar Patroli Besar

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polres Jaktim Mulai Gelar Patroli Besar

Megapolitan 16/12/2017, 11:36 WIB Polisi Belanda Tembak Pria Berpisau di Bandara

Polisi Belanda Tembak Pria Berpisau di Bandara

Internasional 16/12/2017, 11:35 WIB Asep Iriawan: KPK Jangan Cuma Garang sama Setya Novanto

Asep Iriawan: KPK Jangan Cuma Garang sama Setya Novanto

Nasional 16/12/2017, 11:32 WIB  Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan

Pilkada Papua, 8.000 Personil Gabungan Polri dan TNI Dikerahkan

Regional 16/12/2017, 11:28 WIB Jepang Naikkan Anggaran Militer untuk Tangkal Korea Utara

Jepang Naikkan Anggaran Militer untuk Tangkal Korea Utara

Internasional 16/12/2017, 11:07 WIB Banjir Setinggi Satu Meter Terjang Kota Muntok Bangka Barat

Banjir Setinggi Satu Meter Terjang Kota Muntok Bangka Barat

Regional 16/12/2017, 11:06 WIB Jokowi Hadiri Rakornas PDI-P dengan Memakai Kemeja Merah

Jokowi Hadiri Rakornas PDI-P dengan Memakai Kemeja Merah

Nasional 16/12/2017, 10:54 WIB Dewan Pakar Golkar Minta AD/ART Dipertegas Sikapi Kader yang Terindikasi Korupsi

Dewan Pakar Golkar Minta AD/ART Dipertegas Sikapi Kader yang Terindikasi Korupsi

Nasional 16/12/2017, 10:48 WIB Nenek Aminah Tewas setelah Tertimpa Tembok yang Runtuh akibat Gempa

Nenek Aminah Tewas setelah Tertimpa Tembok yang Runtuh akibat Gempa

Regional 16/12/2017, 10:43 WIB Kapuspen TNI: Tidak Benar Panglima Setujui Militer Diadili lewat Peradilan Umum

Kapuspen TNI: Tidak Benar Panglima Setujui Militer Diadili lewat Peradilan Umum

Nasional 16/12/2017, 10:20 WIB PT Jaya Konstruksi Bantah Kerusakan Gedung DPRD DKI karena Kesalahan Konstruksi

PT Jaya Konstruksi Bantah Kerusakan Gedung DPRD DKI karena Kesalahan Konstruksi

Megapolitan 16/12/2017, 10:02 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Kota Sorong

Tidak ada komentar