Waspadai Kenaikan Harga Pangan - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Waspadai Kenaikan Harga Pangan

Waspadai Kenaikan Harga Pangan

Waspadai Kenaikan Harga Pangan Oleh: Muhamad Bari Baihaqi Selasa, 05/12/2017 NERACAJakarta â€" Menjelang akhir tahun dan juga memasuki musim penghuja…

Waspadai Kenaikan Harga Pangan

Waspadai Kenaikan Harga Pangan Oleh: Muhamad Bari Baihaqi Selasa, 05/12/2017

NERACA

Jakarta â€" Menjelang akhir tahun dan juga memasuki musim penghujan, pemerintah perlu mewaspadai kenaikan harga sejumlah pangan. Kenaikan harga tersebut terbukti telah menyebabkan kenaikan inflasi. Beberapa harga kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan. Diantaranya, cabai merah, bawang merah hingga beras. Beras baik premium dan medium yang mengalami kenaikan sebesar Rp 500/liter.

Pedagang sembako di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Hajir mengatakan harga beras mengalami kenaikan sebesar Rp 500/liternya. Kenaikan tersebut dikatakan sudah terjadi selama satu bulan yang lalu. "Naik semua beras Rp 500/liternya di Pasar Induknya gitu. Beli 1 karung 43 kg jadi Rp 475 ribu, naik Rp 25 ribu. Sudah kurang lebih satu bulan ini," katanya.

Untuk harga bawang, diakui sejumlah pedagang mengalami kenaikan. Untuk bawang merah menjadi Rp 25 ribu/kg dari harga Rp 20 ribu/kg. Kemudian, harga bawang putih menjadi Rp 22 ribu/kg dari Rp 18 ribu/kg. Hal yang sama juga terjadi di harga ikan laut, khususnya ikan kembung mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000/kg menjadi Rp 35 ribu/kg. "Ikan kembung naik jadi Rp 35 ribu/kg biasanya Rp 30 ribu/kg. Kalau ikan yang lain nggak naik," imbuhnya. Kenaikan harga ikan kembung tersebut dikatakan berkaitan dengan cuaca yang buruk.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan kenaikan harga bahan makanan menjadi pemicu terjadinya inflasi pada November 2017 yang tercatat sebesar 0,2 persen. "Inflasi November dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai merah, bawang merah dan beras," kata Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (4/12).

Suhariyanto mengatakan harga komoditas tersebut mengalami kenaik an karena pengaruh musim yang tidak menentu sehingga mempengaruhi hasil produksi. Kenaikan harga cabai merah dalam periode ini memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen, diikuti harga beras yang memberikan andil inflasi 0,03 persen dan harga bawang merah dengan andil inflasi 0,02 persen. "Harga beras dalam November 2017 mengalami kenaikan harga tipis, tapi bobotnya besar dalam inflasi," ujar Suhariyanto.

Harga bahan pangan yang ikut mengalami kenaikan dan memberikan andil terhadap inflasi adalah daging ayam ras, ikan segar dan telur ayam ras. Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan tercatat memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,37 persen pada November 2017. Kelompok lainnya yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,22 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen.

Penyumbang inflasi lainnya adalah kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen, kelompok sandang 0,12 persen, k elompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,1 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,09 persen. "Untuk kelompok transportasi, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga bensin jenis Pertamax di 76 kota," kata Suhariyanto.

Dalam periode ini, inflasi harga bergejolak juga tercatat sebesar 0,38 persen, diikuti inflasi harga bergejolak sebesar 0,21 persen dan inflasi inti sebesar 0,13 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-November 2017 tercatat mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,3 persen.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 68 kota tercatat mengalami inflasi dan hanya 14 kota menyumbang deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,8 persen dan inflasi terendah terjadi di Bekasi dan Palopo masing-masing 0,02 persen. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,74 persen dan deflasi terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen. " Deflasi tinggi terjadi di Tual, karena turunnya harga-harga ikan segar yang dikonsumsi oleh masyarakat Tual," jelas Suhariyanto

BERITA TERKAIT

  • Mengapa Harga BBM Naik?
  • Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga
  • Stabilisasi Harga Pangan Diprioritaskan di 13 Provinsi
  • KPPU Waspadai Peredaran Telur Tetas Jelang Maulid
  • 70% Kabupaten Miliki Ketahanan Pangan Bagus
  • Jasa Armada Bidik Dana IPO Rp 924,31 Miliar - Tawarkan Harga Rp 325-530 Per Saham

BERITA TERKAIT

Mengapa Harga BBM Naik?

Oleh: Arjuna Wiwaha, Mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya Di akhir bulan November di penghujung tahun 2017, masyarakat Indonesia kembali…

Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Terus Dijaga

NERACA Jakarta â€" Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (Bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaam Nasional…

Stabilisasi Harga Pangan Diprioritaskan di 13 Provinsi

NERACA Jakarta - Pemerintah memfokuskan perhatian di 13 provinsi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang akhir…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Waspadai Kenaikan Harga Pangan

NERACA Jakarta â€" Menjelang akhir tahun dan juga memas uki musim penghujan, pemerintah perlu mewaspadai kenaikan harga…

Pemerintah Klaim Telah Bangun Jalan 2.623 Km

NERACA Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan, hingga memasuki akhir tahun ke-3…

Bekraf dan MKI Gelar Workshop Racik Kopi

NERACA Jakarta - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang diakui dunia sebagai penghasil kopi berkarakter kuat.…

Berita Terpopuler

Mewaspadai Isu SARA Menjelang Pilkada Serentak 2018

Menjamin Stabilitas Harga dan Stok Kebutuhan Pokok

"Leisure Economy" dan Potensi Basis Pajak Baru

Membangun Ekonomi Washatiah

BCA Life Berikan Jaminan Asuransi Jiwa - Dukung Gerakan Indonesia Mengajar

Sekuritisasi Aset Strategi Danai Infrastruktur

Prajawangsa City Bangun Jembatan Bagi Warga

Harga Saham Melesat, BEI Suspensi RBMS

Industri Pasar Modal Diyakini Tetap Tumbuh - Dibayangi Risiko Politik di 2018

Golden Energy Dirikan Dua Anak Usaha Baru

Sumber: Google News | Warta 24 Manokwari Selatan

Tidak ada komentar