Buntut Kesalapahan Pengelolaan Dana Kampung, Kades Marsi ... - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Buntut Kesalapahan Pengelolaan Dana Kampung, Kades Marsi ...

Buntut Kesalapahan Pengelolaan Dana Kampung, Kades Marsi ...

Kaimana TN â€" Berawal dari keributan yang terjadi saat rapat kampung yang diselengaran dikampung Marsi pada (29/1) kemarin, hingga terjadi pengeroyokan terhadap ke…

Buntut Kesalapahan Pengelolaan Dana Kampung, Kades Marsi ...

Kaimana TN â€" Berawal dari keributan yang terjadi saat rapat kampung yang diselengaran dikampung Marsi pada (29/1) kemarin, hingga terjadi pengeroyokan terhadap kepala desa Marsi, Origenes Talahatu. Akhirnya berujung di Polsek Kaimana. Polisi akhirnya melakukan mediasi penyelesaian persoalan tersebut, dengan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
Kapolsek Kaimana Kota, Iptu Mahfud Supaheluwakan ketika dikonfirmasi media ini usai mediasi, menjelaskan bahwa persoalan ini sebenarnya hanya kesalahpahaman saja, antara masyarakat dengan kepala desa kampung Marsi.

“Pengeroyokan ini terjadi karena, kesalahpahaman. Awalnya terjadi keributan saat rapat desa, dan karena terlalu ribut, pak desa ini datang dengan maksud menenangkan. Tetapi karena adiknya yang saat itu juga ribut, beliau ini menampar adiknya dengan maksud supaya bisa diam. Ternyata beberapa orang lain tid ak setuju, malah melakukan pengeroyokan terhadap bapak desa,” ujarnya.

Iptu Mahfud juga menjelaskan, keributan yang terjadi saat musyawarah kampung ini terjadi, ketika beberapa warga mempertanyakan program pemberdayaan pemuda kampung yang biayanya bersumber dari dana kampung tahun 2017. Namun terkait dengan itu, kapolsek Mahfud menjelaskan bahwa apapun persoalan yang terjadi dikampung, harus bisa diselesaikan bersama dengan musyawarah.

“Jadi kasus ini murni kasus pengeroyokan, dan tadi sudah kami selesaikan secara kekeluargaan. Pihak-pihak yang terlibat juga sudah saling minta maaf dan berjanji untuk menyelesaikannya ditingkat kampung. Sehingga untuk pengeroyokan ini, sudah selesai. Tetapi kalau untuk penyalahgunaan atau penyelewengan dana kampung, kami pikir ada rekan-rekan kami yang memang tugasnya untuk melakaukan kontrol sekaligus penanganan kalau memang terjadi penyelewengan dana kampung,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala kampung Marsi, Origenes Talah atu mengungkapkannya saat dipolsek kota Kaimana mengungkapkan, pihaknya tidak tahu menahu tentang dana untuk program pemberdayaan pemuda kampung sebanyak Rp. 92 juta.

“Kalau soal dana untuk itu, memang saya tidak terlalu tau. Karena tugas saya yaitu; mencarikan dana, dan membawanya kekampung dan menyerahkannya kepada sleuruh masyarakat kampung Marsi. Selanjutnya untuk program yang dialokasikan dari dana kampung ini, bendahara dan PTK yang melaksanakannya. Sehingga kalau ada dugaan dari masyarakat soal dana program pemberdayaan pemuda ini, jujur saya tidak tau soal itu,” ungkapnya.

Akhirnya tiga pelaku pengeroyokan yang sempat ditahan sejak (29/1) malam dipolsek Kaimana, akhirnya dibebaskan, karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan. “Kami berharap, pengeroyokan atau penganiayaan dan sejenisnya yang terjadi sebagai akibat dari kesalahpahaan ini, jangan sampai terjadi lagi. Kalau memang ada masalah dikampung, bicarakan baik-baik. Jangan sampai melakukan aksi ya ng bisa berdampapk hukum nantinya. Ini juga kami himbau untuk seluruh masyarakat Kaimana, khususnya Distrik Kaimana dan Distrik Kambrauw, yang masih ada dibawah wilayah hukum polsek Kaimana kota,” ujar kapolsek Mahfud.(ode)

Sumber: Google News | Warta 24 Kaimana

Tidak ada komentar