Diduga Menipu Modus Tiket Murah, Eks Pegawai Maskapai ... - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Diduga Menipu Modus Tiket Murah, Eks Pegawai Maskapai ...

Diduga Menipu Modus Tiket Murah, Eks Pegawai Maskapai ...

Jumat 05 Januari 2018, 01:16 WIB Diduga Menipu Modus Tiket Murah, Eks Pegawai Maskapai Dilaporkan Mei Amelia R - detikNews Foto: Ilustrasi penipu…

Diduga Menipu Modus Tiket Murah, Eks Pegawai Maskapai ...

Jumat 05 Januari 2018, 01:16 WIB Diduga Menipu Modus Tiket Murah, Eks Pegawai Maskapai Dilaporkan Mei Amelia R - detikNews Diduga Menipu Modus Tiket Murah, Eks Pegawai Maskapai DilaporkanFoto: Ilustrasi penipuan oleh Mindra Purnomo Jakarta - Seorang perempuan berinisial IR (26) dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat. Mantan pegawai sebuah maskapai penerbangan ini diduga menipu 29 korban dengan modus menawarkan tiket pesawat murah.
"Banyak korban lainnya juga. Total semua uang dari korban-korban lain, termasuk saya mencapai Rp 400 jutaan. Korbannya sekitar 29 orang," ujar salah satu korban, Ike T resna (28) saat berbincang dengan detikcom, Kamis (4/1/2018).
Ike dan terlapor memang sudah saling mengenal. Ike dan terlapor sama-sama pernah bekerja di sebuah maskapai penerbangan di bagian call center.
"Saya sebagai leader call center dan terlapor sebagai call center, tapi kita berdua sudah sama-sama resign," ujarnya.
Beberapa waktu setelah resign, Ike berkomunikasi dengan terlapor. Terlapor saat itu menawarinya tiket promo dengan harga murah untuk perjalanan pulang-pergi ke lokasi wisata seperti Raja Ampat, Papua yang dijual Rp 3 juta.
"Dia menawarkan via broadcast melalui WhatsApp, Line, Facebook, Instagram dan medsos lainnya," tutur Ike.
Merasa tertarik, Ike pun kemudian memesan tiket padanya. Ike sendiri memesan 11 tiket pesawat dengan maksud untuk dia jual kembali kepada kerabat-kerabat dan teman-temannya.
"Saya sendiri sudah transfer ke dia Rp 66 juta untuk pemesanan 11 tiket pesawat," ucapnya.
Ike mulai memesan ti ket pesawat kepada terlapor sejak Agustus 2017 lalu. Awalnya, terlapor menunaikan seperti janjinya. Namun belakangan, pemesanan tiket korban mendapat masalah. Dari 11 tiket yang dia pesan, hanya satu yang bisa di-issued.
"Dia kasih booking konfirmasi sebagai bukti tanda jadi dan tiket akan dikasih H-7. Untuk perjalanan awal jadi dan enggak ada masalah, tapi pas pemesanan berikutnya tiket enggak di-issued," lanjutnya.
Setelah mendapat masalah tersebut, korban mencoba refund. "Karena saya tahu itu sudah enggak beres, maka saya minta refund semuanya, tapi sampai sekarang enggak juga dilunasi. Dia baru balikin uang saya Rp 4,2 juta," terang Ike.
Setelah itu, korban terus berusaha meminta pertanggung jawaban terlapor. Semula, terlapor gampang dihubungi, namun belakangan terlapor menghilang dan sulit dikontak.
Walhasil, Ike pun harus menombok kerugian teman-teman yang sudah membayar kepadanya. "Dia sulit ditemui, sampai saya yang harus bayar tiket tersebut dengan harga normal dengan uang pribadi saya. Sehingga kerugian materil saya mencapai Rp 90 juta," papar dia.
Belakangan, Ike mengetahui ternyata banyak korban dari terlapor. Para terlapor bahkan membuat grup WhatsApp untuk saling berbagi informasi terkait kasus tersebut.
Tidak hanya itu, para korban juga bersepakat membuat akun Instagram khusus untuk para korban. Setelah para korban mem-viralkan kelakuan terlapor, terlapor kemudian mencicil kerugian sejumlah korban masing-masing Rp 200 ribu.
"Tapi dia nggak mau menemui kita semua. Teleponnya masih aktif, tapi kalau ditelepon tidak pernah ngangkat. Keluarganya juga terkesan menyembunyikan terlapor," cetusnya.
Sudah hilang kesabaran, Ike pun melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Barat. Laporan Ike diterima dengan surat tanda bukti laporan bernomor LP/1168/IX/2017/PMJ/Restro-Jakbar tanggal 26 September 2017. "Ada juga korban lain yang melapor di Polda Metro Jaya. Kami berharap polisi segera menindak lanjuti laporan kami," tandasnya.
(mei/elz)Sumber: Google News | Warta 24 Raja Ampat

Tidak ada komentar