Ikan Bandeng Sumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Ikan Bandeng Sumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel

Ikan Bandeng Sumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel

Ikan Bandeng Sumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel …

Ikan Bandeng Sumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel

Ikan Bandeng Sumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel Submitted by Nurkholis Lamaau on 2 January 2018 bps sulsel
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam (tengah) dan kepala bidang statistik distribusi BPS sulsel Akmal (kanan) saat melakukan press rilis di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Kota Makassar, selasa (2/1/2018)

KABAR.NEWS, Makassar - Badan Pusat Statistik merilis angka inflasi Provinsi Sulawesi Selatan per Desember 2017. Dar i kenaikan inflasi sebesar 1,04 persen, ikan bandeng menyumbang angka inflasi sebesar 0,1439.


Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam membeberkan, melonjaknya permintaan ikan bandeng dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kebutuhan masyarakat, dimana produktifitas komoditi tersebut terbilang rendah.


"Produktifitas rendah, permintaan tinggi. Masuklah teori pasar, harga tentu melonjak. Selain bandeng, penyumbang inflasi kita juga emas sebesar 0,955 dan angkutan udara sebesar 0,937. Dimana, angkutan udara pada Desember mengalami kenaikan permintaan karena banyaknya libur dan momentum tahun baru," terang Nursam dalam press release di kantor BPS, Selasa (2/1/2018)


Nursam merinci, inflasi Sulsel di angka 1,04 persen tersebut berada di atas nasional sebesar 0,71 persen, meski Sulsel pernah mengalami deflasi pada September lalu.

"Desember 2017, Sulsel mengalami inflasi dengan lndeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,29. Dari 5 kota IHK di S ulsel, semua kota tercatat mengalami inflasi dengan lnflasi tertinggi di Parepare sebesar 1,11 persen dengan lHK 126,28," terangnya.


Selain itu, menurutnya, inflasi terendah berada di Bulukumba sebesar 0,30 persen dengan lHK 136,31. Bulukumba sendiri, termasuk daerah ke 4 dengan inflasi terendah secara nasional di bawah Kota Sorong, Lampung dan Manokwari.


"lnflasi di Sulsel pada Desember 2017 ini disebabkan oleh naiknya harga pada semua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 2,59 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0.17 persen," ujarnya.


Selain itu di sektor perumahan sebesar 0,63 persen, sandang 1,31 persen, kesehatan 0,63 persen, kelompok Pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,07 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,62 persen.

  • Miftahul khaeriyah
Sumber: Google News | Warta 24 Sorong Selatan

Tidak ada komentar