Aduannya Ditolak Dubes Vatikan, Umat Katolik Papua Kecewa - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Aduannya Ditolak Dubes Vatikan, Umat Katolik Papua Kecewa

Aduannya Ditolak Dubes Vatikan, Umat Katolik Papua Kecewa

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta - Tiga orang Papua asli (OPA) kecewa setelah pengaduan mereka kepada Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta ditolak, Kamis (1…

Aduannya Ditolak Dubes Vatikan, Umat Katolik Papua Kecewa

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta - Tiga orang Papua asli (OPA) kecewa setelah pengaduan mereka kepada Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta ditolak, Kamis (1/2/2018). Mereka sempat diterima Nunsius Apostolik atau Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Yang Mulia Piero Pioppo, hanya sekira lima menit. "Itu pun tanpa mau mendengarkan pengaduan kami. Alasannya sibuk," kata Philipus V. Woersok, tokoh umat yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Paroki St. Arnoldus Janssen-Malanu di Kota Sorong, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/2/2018). Philipus V. Woersok datang ke Kedubes Vatikan di Jalan Medan Merdeka Timur sejak pagi bersama Hubertus Manep (tokoh umat dan Kepala Suku Merauke di Sorong) dan Semuel Bless (tokoh umat dari Kabupaten Maybrat). "Saya membawa aspirasi umat Katolik Keuskupan Sorong-Manokwari terkait masalah penanganan kasus pelecehan se ksual dan ketidakwajaran manajemen keuangan keuskupan," ujar Philipus V. Woersok. "Malah sudah terjadi kekerasan serta ancaman pembunuhan terhadap pastor di lingkungan Keuskupan Sorong-Manokwari. Kasusnya sudah di kepolisian dan berkasnya sudah siap dilimpahkan ke kejaksaan," tambahnya. "Saya mita uskup Sorong-Manokwari diganti," tambagnya Birgitta Elna, pegiat perempuan di Papua menyatakan, tujuan tiga wakil umat Katolik dari Keuskupan Sorong-Manokwari itu sangat mulia. Namun mereka sangat kecewa dengan alasan birokratis dan hierarkis dari Kedubes Vatikan. "Kalau yang bermasalah keuskupan masa mereka harus mengadu dulu ke keuskupan," kata Elna yang juga konsultan hukum dari Noken Solutions. Elna sangat memahami keresahan jemaat sampai perwakilannya mengadu ke Kedubes Vatikan. Menurutnya itu sudah menandakan ada yang serius. "Urgensinya mungkin ini sudah darurat sehingga mereka harus menyampaikan masalahnya langsung ke Kedubes Vatika n. Menurut saya ini sudah tidak sehat karena salah satu pastor juga sudah melakukan aksi yang mengancam dan mengintimidasi," ujarnya. Menurut Elna, Dubes Vatikan diharapkan menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi mereka ke pucuk pimpinan gereja Katolik di Vatikan. "Menurut saya seharusya Dubes Vatikan bijak. Walau ada hierarki seharusya lebih dulu dilihat dulu urgesinya. Jangan karenna alasan hierarki masalah urgen yang mengancam keselamatan dan keutuhan umat malah diabaikan. Terkesan mengesampingkan suara umat," ujarnya.Sumber: Google News | Warta 24 Kota Sorong

Tidak ada komentar