Kurang Fasilitas, SMAN 1 Kaimana Pinjam Komputer Untuk UNBK - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kurang Fasilitas, SMAN 1 Kaimana Pinjam Komputer Untuk UNBK

Kurang Fasilitas, SMAN 1 Kaimana Pinjam Komputer Untuk UNBK

KAIMANA TN. Demi memaksimalkan pelaksanaan UNBK pada minggu kedua bulan April mendatang, pihak sekolah SMA Negeri 1 Kaimana meminjam 61 unit komputer dari sekolah lain u…

Kurang Fasilitas, SMAN 1 Kaimana Pinjam Komputer Untuk UNBK

KAIMANA TN. Demi memaksimalkan pelaksanaan UNBK pada minggu kedua bulan April mendatang, pihak sekolah SMA Negeri 1 Kaimana meminjam 61 unit komputer dari sekolah lain untuk digunakan oleh 251 peserta UNBK tahun ajaran 2017/2018.

Sekolah-sekolah ini antara lain; SMP Negeri 1 sebanyak 21 unit, SMA Negeri 2 sebanyak 20 unit, SMK Negeri 1 sebanyak 10 unit dan dari SMK Negeri 2 sebanyak 10 unit. Hal ini dijelaskan oleh koordinator pelaksanaan UNBK SMA Negeri 1 Kaimana, Juan Oliviera, S.Pd ketika dikonfirmasi di lokasi simulasi UNBK SMA Negeri 1 Kaimana.

“Memang mau tidak mau kita harus siap melaksanakan UNBK. Karena sudah ada perintah dari pusat bahwa tahun ini sudah harus diterapkan UNBK. Sehingga kami meminjamkan puluhan unit komputer dari beberapa sekolah lain, untuk memenuhi quota perserta UNBK kita di SMA Negeri 1 Kaimana,” ujar Juan

Terkait dengan pelaksanaan UNBK nant i, lanjut Juan, akan ditentukan berdasarkan hasil simulasi yang sudah dilakukan. Simulasi pertama pada Desember 2017 lalu, kita bagi menjadi dua sesi. Tetapi tidak maksimal juga. Sekarang ini kami mencoba untuk membagi tiga sesi. Dan simulasi terakhir nanti dibulan Maret. Kalau untuk optimal, sebaiknya tiga sesi, tapi tergantung dari hasil simulasi ini, ujarnya.

Kaitan dengan kekurangan fasilitas, Juan mengakui bahwa fasilitas komputer SMA Negeri 1 Kaimana masih sangat kurang jika dibandingkan dengan jumlah peserta Ujian Nasional dari tahun ke tahun. Kalau untuk peserta ini memang SMA Negeri 1 terbanyak diantara sekolah lain tingkat SMA sederajat yang ada di Kaimana.

“Ini juga merupakan problem kami. Artinya disatu sisi, UNBK ini sudah harus diterapkan, tetapi fakta yang kami alami bahwa kami sangat kekurangan fasilitas komputer ini. Memang ada beberapa komputer PC, tetapi karena demi keamanan saat pelaskanaan UNBK, maka PC ini tidak kami gunakan. Kami hanya gunakan yang all in one, sehingga pelaksanaannya juga jauh lebih optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala sekolah SMA Negeri 1 Kaimana, Yosaphat Lamawuran, SS mengungkapkan banyak fasilitas SMA Negeri 1 Kaimana yang harus diselesaikan, termasuk salah satunya yaitu fasilitas komputer untuk kepentingan UNBK.

Yosaphat berharap agar kekurangan BOSDA sebanyak delapan bulan sebelumnya dapat dibayar agar tidak terkendala. Namun sayangnya jumlah keterlambatam tersebut dikembalikan ke kas negara.

“Kami hanya berharap agar ada kepedulian dan perhatian pemerintah daerah Kaimana dan pemerintah provinsi Papua Barat, agar kondisi seperti ini jangan sampai terjadi lagi ditahun-tahun yang akan datang,” tambah Yosaphat. (rsw)

Sumber: Google News | Warta 24 Kaimana

Tidak ada komentar