Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax - Warta 24 Papua Barat
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax

Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax

Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax Chanry Andrew Suripatty Kamis, 1 Maret 2018 - 16:21 WIBloading... Sekda Raja Ampat Yusuf Salim didampingi Kadis Kesehatan Raja Ampat berfoto b…

Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax

Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax

Chanry Andrew Suripatty

loading...
Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax
Sekda Raja Ampat Yusuf Salim didampingi Kadis Kesehatan Raja Ampat berfoto bersama dengan keluarga Lauren Mambrasar dan kedua putranya yang sempat diviralkan sekelompok orang di media sosial. Foto iNews TV/Chanry AS
A+ A- SAPOKREN - Informasi adanya kejadian gizi buruk di Kampung Sapokren, Distrik Waigeo Selatan, yang diunggah oleh netizen, dan sempat viral di media sosial belum lama ini ternyata adalah informasi hoax alias berita bohong.
Sekretaris Daerah Raja Ampat, Yusuf Salim mengatakan beredarnya foto - foto dua anak kecil, putra dari Laurent Mambrasar bernama Andreas 9 tahun, Gideon 7 tahun warga Kampung Sapokren, Kabupaten Raja Ampat. Yang diposting oleh beberapa akun facebook adalah informasi bohong alias hoax,
"Bukan menderita gizi buruk tetapi menderita penyakit paru, dan sudah ditangani sejak 2013 hingga 2016 oleh perawat dari Puskesmas Saonek, "tegas Yusuf Salim. Kepada SINDOnews Kamis (1/3/2018) melalui sambungan telepon selulernya.
Menurut Yusuf Salim beredarnya isu tentang gizi buruk di Raja Ampat, pihak pemerintah daerah telah melakukan pengecekan dan tidak benar ada gizi buruk di Sapokren.
Yusuf menyesalkan adanya informasi yang langsung diviralkan di media sosial tanpa koordinasi lebih dahulu dengan pihak Pemerintah Daerah.
"Terimakasih adanya informasi itu, tetapi seharusnya koordinasi dulu dengan Pemda tentang kebenaran informasi itu. Bukan langsung disebarluaskan di medsos,” jelas Yusuf Salim.
Sementara itu, salah satu perawat pada poli paru Puskesmas Saonek, Sadia Ripamole mengatakan, kedua bocah yang diviralkan di medsos oleh sejumlah netizen di media sosial belum lama ini, adalah penderita penyakit paru yang telah diobati sejak 2013 lalu dimana kedua bocah tersebut mengalami penyakit paru yang telah ditangani oleh pihak puskesmas.
“Puskesmas Saonek dari tahun 2013-2016. Pengobatan tipi paru sudah selesai 2016, sudah tuntas tinggal kita memberikan asupan gizi,” jelas Sadia.
Informasi yang dihimpun SINDOnews, diduga ada pihak pihak tertentu yang sengaja membesar-besarkan isu gizi buruk di Raja Ampat di media Sosial.
Hal tersebut terungkap dengan penjelasan Laurent Mambrasar, ayah dua bocah tersebut bahwa sebelumnya, pada hari Senin (26/2/2018) lalu, ada beberapa orang yang datang menemui dirinya lalu meminta putranya Gideon membuka baju kemudian memotretnya.
Berita gizi buruk di Raja Ampat mencuat dan menjadi berbincangan miring di publik setelah adanya pernyataan dari ketua DPW PKB Papua Barat, Abdullah Gazam di med ia lokal, tentang kebenaran adanya gizi buruk di Sapokren. (sms)Sumber: Google News | Warta 24 Raja Ampat

Tidak ada komentar