WARTA 24 PAPUA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Hati-hati Terjebak Lumpur di Jalan Trans Papua Barat Manokwari ...

Posted by On 09.36

Hati-hati Terjebak Lumpur di Jalan Trans Papua Barat Manokwari ...

MANOKWARI, KOMPAS.com - Pagi itu, cuaca di Bintuni terlihat cerah. Tidak ada tanda-tanda akan turunnya hujan sepanjang perjalanan dari Kabupaten Teluk Bintuni ke Kabupaten Manokwari dengan menggunakan mobil four-wheel-drive (4 WD).

Namun setelah kurang lebih dua jam menempuh perjalanan, tiba-tiba terlihat beberapa mobil double cabin dan sedang berhenti. Rupanya di tengah jalan ada sebuah truk yang terjebak sehingga menghalangi jalan. Upaya untuk menarik truk harus dilakukan oleh truk lainnya.

Setelah truk yang terjebak berhasil ditarik, mobil-mobil yang tadi mengantre pun diberi kesempatan untuk jalan terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan agar jalan yang dilewati tidak semakin bertambah parah atau semakin dalam. Biasanya, kondisi jalan yang berlumpur akan semakin sulit dilewati, apalagi jika truk tersebut membawa muatan yang banyak.

(Baca juga : Presiden Ingin Tunggangi Chopperland Saat Jajal Trans-Papua atau Kalimantan)

Namun baru saja beberapa meter berjalan, salah satu mobil masuk dalam sebuah kubangan yang dalam. Usaha sang sopir untuk keluar malah menjadikan kubangan tersebut bertambah dalam sehingga harus membutuhkan pertolongan dari mobil lainnya.

Akhirnya, mobil tersebut ditarik oleh salah satu mobil dengan menggunakan tali khusus dan butuh waktu sekitar 30 menit agar lolos dari lumpur tersebut.

Kondisi seperti ini sudah tidak asing lagi. Terjebak dalam lumpur sudah merupakan pemandangan umum bagi para sopir dan penumpang yang sudah sering melakukan perjalanan dari Kabupaten Manokwari ke Kabupaten Teluk Bintuni, maupun sebaliknya. Apalagi pada saat hujan turun.

Pasalnya, untuk melintasi jalan yang masuk dalam program Nawacita dari Presiden Joko Widodo ini penuh dengan tantangan. Kendaraan yang bisa melewati jalur ini pun hanya mobil-mobil 4 WD yang tidak lagi me nggunakan ban standar.

“Begini sudah kalau jalan sudah berlumpur, saya harus ekstra hati-hati karena kalau salah memilih jalan maka mobil akan tertanam (terjebak),” ungkap salah satu sopir bernama Rahman, Senin (29/1/2018).

Sementara itu, salah satu penumpang bernama Stevy mengaku, kondisi jalan ini sudah tergolong lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat itu, mobil angkutan harus menempuh perjalanan lebih dari 8 jam, bahkan terkadang harus bermalam.

Kondisi tanah atau jalan di daerah Distrik Mameh yang masuk Kabupaten Manokwari Selatan ini tergolong labil sehingga kalau turun hujan tanah tersebut akan menjadi becek dan berlumpur.

Pemerintah Daerah Manokwari Selatan sebenarnya telah melakukan sejumlah perbaikan di wilayah tersebut. Hal ini terlihat dari kondisi berbagai ruas jalan dari Distrik Tahota hingga Gunung Botak yang sudah baik, bahkan ada yang sudah diaspal sehingga memudahkan sopir.


Kompas TV Bukan jadi rahasia apabila pembangunan infrastruktur di Papua tak semudah membangun proyek di Jawa atau provinsi lainnya.

Berita Terkait

Presiden Ingin Tunggangi Chopperland Saat Jajal Trans-Papua atau Kalimantan

Seorang Operator Jalan Trans Papua Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

Jokowi: Jangan Kita Bangun Trans-Papua, tapi Anggota DPD Malah Tanya untuk Apa

Berjalan Tiga Kilometer, Anak-anak Punguti Sampah di Jalan Trans Papua

Simak "Vlog" Jokowi Tunggangi Motor Trail Jajal Trans Papua

Terkini Lainnya

Setelah Tujuh Tahun, Wozniacki Kembali Peringkat Satu

Setelah Tujuh Tahun, Wozniacki Kembali Peringkat Satu

Olahraga 29/01/2018, 23:52 WIB Bus di India Terjun ke Sungai, 36 Penumpang Ditemukan Tewas

Bus di India Terjun ke Sungai, 36 Penumpang Ditemukan Tewas

Internasional 29/01/2018, 23:44 WIB Korea Utara Batalkan Pertunjukan Budaya Bersama Artis Korea Selatan

Korea Utara Batalkan Pertunjukan Budaya Bersama Artis Korea Selatan

Internasional 29/01/2018, 23:14 WIB  Insiden Lombok Maraton Memalukan Daerah

Insiden Lombok Maraton Memalukan Daerah

Olahraga 29/01/2018, 23:02 WIB Penjelasan PN Jaksel soal Berubahnya Jadwal Praperadilan Fredrich

Penjelasan PN Jaksel soal Berubahnya Jadwal Praperadilan Fredrich

Nasional 29/01/2018, 23:01 WIB Tiga Hal yang Harus Dilakukan Kontraktor Becakayu Sebelum Tutup Jalur Lambat DI Panjaitan

Tiga Hal yang Harus Dilakukan Kontraktor Becakayu Sebelum Tutup Jalur Lambat DI Panjaitan

Megapolitan 29/01/2018, 22:56 WIB 20 Ton Solar Tanpa Dokumen Diamankan di Perairan Selat Riau

20 Ton Solar Tanpa Dokumen Diamankan di Perairan Selat Riau

Nasional 29/01/2018, 22:55 WIB Pansus RUU Antiterorisme Usulkan Pelibatan TNI Diatur Melalui Skala Ancaman

Pansus RUU Antiterorisme Usulkan Pelibatan TNI Diatur Melalui Skala Ancaman

Nasional 29/01/2018, 22:36 WIB Video Perawat Suntik Mayat, Upaya Jatuhkan Nama Baik Rumah Sakit

Video Perawat Suntik Mayat, Upaya Jatuhkan Nama Baik Rumah Sakit

Regional 29/01/2018, 22:35 WIB Lebih dari 21 Juta Anak Perempuan 'Tidak Diinginkan' Lahir di India

Lebih dari 21 Juta Anak Perempuan "Tidak Diinginkan" Lahir di India

Internasional 29/01/2018, 22:30 WIB Direlokasi, Gerbang Tol Pasteur 1 Bandung Resmi Digunakan Besok

Direlokasi, Gerbang Tol Pasteur 1 Bandung Resmi Digunakan Besok

Regional 29/01/2018, 22:22 WIB Poligami Jabatan

Poligami Jabatan

Nasional 29/01/2018, 22:15 WIB Jadwal Praperadilan Fredrich Dimajukan, KPK Nilai di Luar Kebiasaan

Jadwal Praperadilan Fredrich Dimajukan, KPK Nilai di Luar Kebiasaan

Nasional 29/01/2018, 22:14 WIB Mendagri Juga Minta Calon Penjabat Gubernur dari Kemenhan

Mendagri Juga Minta Calon Penjabat Gubernur dari Kemenhan

Nasional 29/01/2018, 21:52 WIB Pansus RUU Antiterorisme Minta Pemerintah Satu Suara    soal Pelibatan TNI

Pansus RUU Antiterorisme Minta Pemerintah Satu Suara soal Pelibatan TNI

Nasional 29/01/2018, 21:40 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Teluk Bintuni

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »