WARTA 24 PAPUA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Bisnis wisata di Raja Ampat

Posted by On 01.42

Bisnis wisata di Raja Ampat

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Bisnis wisata di Raja Ampat
  • Kamis, 22 Februari 2018 â€" 07:39
  • 279x views
Bisnis wisata di Raja Ampat Pemilik homestay dan penyewaan speedboat menangguk untung dari membludaknya wisatawan ke Raja Ampat. Sedangkan Pemkab Raja Ampat merencakan menambah fasilitas bandara agar bisa menjadi bandara internasional. Seorang wisatawan sedang menikmati pemandangan yang mengagumkan dari atas speedboat di Ra ja Ampat â€" Jubi/Sindung Sukoco Sindung Sukoco [email protected] Editor : Syofiardi LipSus Anak-anak Papua yang berjuang ke sekolah Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP Bisnis wisata di Raja Ampat Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP Emas ilegal asal Papua bebas dijual? Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP Peredaran senjata api dan amunisi di Papua, siapa dalangnya? Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 19:37 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Seorang wisatawan asal Kroasia, Lucy, ditemui Jubi saat menikmati obyek wisata Raja Ampat. Ia mengaku telah dua bulan berada di Indonesia untuk menikmati keindahan obyek wisata di sejumlah lokasi, termasuk Raja Ampat.

"Keindahan bawah lautnya dan pemandangannya membuat saya sangat betah di sini," ujarnya.

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian ‘kepala burung’ (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administratif gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Kepulauan ini sekarang tak hanya menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya, tetapi juga penikmat eksostisme keindahan alam. Hal ini menarik ratusan ribu wisatawan, tak hanya lokal tetapi juga mancanegara yang hanya melakukan snorkeling maupun diving untuk menikmati keindahan bawah lautnya.

Kondisi ini juga membawa angin segar bisnis bahari seperti homestay, resort, dan penyewaan speedboat untuk berkembang pesat di Raja Ampat.

Anderson Chandra, salah seorang pemilik Gurara Resort, mengaku telah menekuni bidang ini sejak dua tahun lalu setelah ia lima tahun bekerja di bisnis perjalanan wisata.

"Saya memulai bisnis ini awalnya cuma coba-coba dan puji Tuhan ternyata banyak yang menyukai," kata pria Manado kelahiran Biak ini kepada Jubi, Kamis, 15 Februari 2018.

Untuk wisatawan yang akan menginap Gurara Dive Resort tarifnya Rp 1 juta per malam per orang.

Seperti tertera di situs webnya, Gurara Dive Resort menawarkan paket Amazing Raja Ampat untuk 3 hari 2 malam dengan tarif Rp 5 juta per pax. Sedangkan untuk 4 hari 3 malam Rp 6 juta per pax.

"Termasuk makan tiga kali sehari, menginap di Gurara Dive Resort, charter boat di Raja Ampat, dan antar-jemput di bandara," katanya.

Untuk tamu yang berminat, ia menginga tkan semuanya harus melalui reservasi terlebih dahulu. Sebab jika tidak reservasi tidak akan kebagian tempat menginap.

"Resort bukan laksana hotel yang ready tiap saat, jadi harus reservasi terlebih dahulu. Kalau tidak tentunya akan bingung, sebab takkan ada tempat kosong," kata Chandra, yang juga ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Raja Ampat.

Ditanya kenapa paket wisata di Raja Ampat termasuk mahal, ia mengatakan penyebabnya karena mahalnya biaya Bahan Bakar Minyak (BBM). Harga BBM di Raja Ampat cukup tinggi dan listrik juga belum menjangkau seluruh wilayah. Padahal listrik adalah kebutuhan paling besar bagi resort.

Selain Gurara ada homestay Prajas. Pemilik Prajas, Anwar, mengatakan fasilitas di homestay-nya adalah kipas angin gantung, handuk, air mineral di kamar, sabun mandi cair, shampo, dan listrik 13 jam dari pukul 6 sore hingga 7 pagi.

"Untuk menginap di Prajas hitungan bayarannya ada lah per orang per malam, harga standar Rp 450 ribu per orang, tetapi toilet di luar, sedangkan VIP Rp 550 ribu per orang dengan fasilitas toilet di dalam dengan makan tiga kali serta snack sore," ujarnya.

Anwar juga menyiapkan penyewaan speedboat berkapasitas 30 orang untuk berkeliling dan melakukan perjalanan di spot tertentu.

"Kapasitas 4 hingga 10 orang harga tetap sama, jadwal trip ke Raja Ampat dengan carter start dari Sorong ke Piaynemo Rp 15 juta, sedangkan rute ke Wayag-Piaynemo Rp 20 juta," katanya.

Terkait berkembangnya usaha layanan wisata di Raja Ampat, Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas, menjelaskan dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan ke Raja Ampat pemerintah daerah menyiapkan fasilitas pelayanan, di antaranya pemberdayaan masyarakat untuk mendirikan homestay yang tersebar di semua pulau.

"Data sebelumnya jumlah homestay 84, informasi terakhir ada s eratusan dan umumnya milik masyarakat kampung, sedangkan pemilik resort untuk menengah ke atas baru orang luar,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah memberikan subsidi setiap tahun dengan total anggaran Rp 10 miliar untuk bantuan homestay layak huni melalui program sadar wisata masyarakat Raja Ampat.

Untuk mendukung pengembangan kawasan Raja Ampat ke depan Pemkab Raja Ampat juga akan mengembangkan Bandara Waisai menjadi bandara internasional. Saat ini Bandara Waisai memiliki landasan pendek 1.200 meter. Sedangkan bandara internasional minimal memiliki landasan sepanjang 2.000 meter, sehingga dibutuhkan 800 meter lagi.

"Untuk penyediaan tanah pada anggaran 2016/2017 kami sudah menyerahkan 2 hektare lahan menjadi aset negara untuk bandara kepada otoritas bandara, ini sudah disahkan melalui sidang DPRD Kabupaten Raja Ampat," ujarnya.

Selain memperpanjang landasan Pemkab Raja Ampat juga akan membangun jalan lingk ar kampung agar tidak mengganggu aktivitas bandara. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Emas ilegal asal Papua bebas dijual?

Selanjutnya

Anak-anak Papua yang berjuang ke se kolah

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Populer ULMWP sambut positif hasil KTT MSG di Port Morresby Berita Papua |â€" Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6196x views Woodball, pendatang baru langsung target 6 emas di PON 2020 Lembar Olahraga |â€" Senin, 12 Februari 2018 WP | 4996x views Apa yang akan terjadi pada KTT MSG di Port Moresby? Pasifik |â€" Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3045x views Pemkab Lanny Jaya kirim 20 guru ke Australia Penkes |â€" Senin, 12 Februari 2018 WP | 2995x views Proyek Palapa ring bakal rampung akhir tahun Otonom i |â€" Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2640x views Terkini
  • Konflik tanah, suku Momuna ancam kuasai kawasan Dekai

    Lapago â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 15:30 WP
  • Lima korban longsor Brebes ditemukan

    Jawa â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 15:06 WP
  • Jelang Pilkada, ASN Papua diimbau hati-hati bermedsos

    Otonomi â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 14:23 WP
  • Selain berkurang dibagi, dana kampu ng rawan dikorup

    Otonomi â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 14:05 WP
  • Menko PMK: 90 persen penanggulangan KLB di Asmat terealisasi

    Nasional & Internasional â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 13:34 WP
  • Jumlah kampung di Papua membengkak

    Otonomi â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 13:31 WP
  • Hindari kampung siluman, ini imbauan Pemprov Papua

    Otonomi â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 12:42 WP
  • Anggota Kwarcab Kota Jayapura d iminta teladani Baden Powell

    Mamta â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 12:32 WP
  • Empat menteri Kabinet Kerja kunjungi Asmat setengah hari

    Lapago â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 12:25 WP
  • BPBJ Kota Jayapura pelopori modernisasi pengadaan di Papua

    Mamta â€" Kamis, 22 Februari 2018 | 12:14 WP
STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 20 17 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Raja Ampat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »