WARTA 24 PAPUA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

BPPT Turun Tangan Kembangkan Budi Daya Perikanan di Raja ...

Posted by On 02.49

BPPT Turun Tangan Kembangkan Budi Daya Perikanan di Raja ...

Raja Ampat, Papua. (foto: Shutterstock.com)

INFONAWACITA.COM â€" Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengembangkan budi daya perikanan di kepulauan wisata tersebut dengan target meningkatkan produksi perikanan hingga 430 ribu ton per tahun atau 80 persen dari potensinya.

“Potensinya mencapai 550 ribu ton tetapi yang dikelola selama ini baru 40 ribu ton,” kata Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Arief Arianto Hidayat pada kunjungan untuk penyusunan masterplan perikanan di Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (15/2/2018).

Potensi ini terkait luas wilayah kabupaten itu yang mencapai 4 juta hektare dengan sekitar 2.700 pulau mengitari empat pulau besar , yakni Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool.

Ia mengatakan, ada sejumlah hal yang akan diperhatikan, yakni kerusakan lingkungan, optimalisasi sarana perikanan yang dibutuhkan, dan dikaitkan dengan sarana wisata, serta potensi lokal daerah, seperti keberagaman ikan dengan 1.200 spesies ikan dan 600 spesies terumbu karang yang masih utuh.

“Jadi budi daya ikan yang dikembangkan, diintegrasikan dengan kegiatan pesisir yang berkaitan dengan penduduk dan kegiatan wisata, jadi tidak merusak lingkungan,” katanya.

Pengelolaan yang dilakukan, ujar dia, akan menggunakan konsep “Sato Umi”, suatu konsep pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan yang diadopsi dari Jepang, untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas perairan yang tidak produktif.

Tujuan Utama

Hasil dari kegiatan ini adalah rencana induk pengembangan usaha budi daya perikanan laut yang bermanfaat untuk dijadikan acuan bagi pemerintah daerah yang ber tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk perikanan dan kelautan di wilayah kepulauan.

Rincian kegiatan mulai dari pembenihan hingga pembesaran ikan, pemasaran, pengembangan jaringan kerja sama kemitraan dan kelembagaan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan melalui pelatihan dan pendampingan teknologi.

Dilakukan pula optimalisasi pemanfaatan sarana prasarana perikanan yang ada serta revitalisasi unit pembenihan ikan milik pemerintah daerah dan masyarakat serta pengembangan kawasan budi daya perikanan laut sebagai sentra produksi usaha pembenihan ikan dan budidaya ikan di wilayah Papua Barat.

“Usaha budi daya perikanan yang dikembangkan misalnya nila laut, kerapu dan udang galah, jenis lainnya masih dijajaki,” kata Arief. (ANT/HG)

Sumber: Google News | Warta 24 Raja Ampat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »