WARTA 24 PAPUA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ini alasan Pemkab Kaimana tolak investor perkebunan sawit

Posted by On 11.21

Ini alasan Pemkab Kaimana tolak investor perkebunan sawit

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Ini alasan Pemkab Kaimana tolak investor perkebunan sawit
  • Selasa, 27 Februari 2018 â€" 19:50
  • 196x views
Ini alasan Pemkab Kaimana tolak investor perkebunan sawit Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, mengatakan dampak negatif pasca perkebunan sawit bagi lingkungan sangat besar. Selain menghilangkan humus tanah bagi mikroorganisme dan tumbuhan akibat perubahan keasaman tanah (PH) menjadi netral, pasca kebun sawit juga rentan t erhadap bencana banjir dan longsor. Wakil Bupati Kabupaten Kaimana, Ismail Sirfefa â€" Jubi/Hans Arnold Admin Jubi [email protected] Editor : Dewi Wulandari LipSus Harga beras mulai naik di beberapa lokasi Features | Selasa, 27 Februari 2018 | 14:20 WP Lifting center jembatan Holtekamp dapat rekor MURI Features | Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar Features | Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP Masyarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta Features | Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Manokwari, Jubi< /strong> - Pemerintah Kabupaten Kaimana tidak mengizinkan masuknya investor perkebunan sawit di wilayah Kabupaten Kaimana karena pertimbangan lingkungan hidup dan masa depan masyarakatnya. Pemkab sudah memprogramkan penanaman 1.000 pohon pala untuk masyarakat di wilayah tersebut.

"Kami menolak dengan tegas rencana masuknya investor perkebunan kelapa sawit ke wilayah Kaiman karena alasan lingkungan. Kami sudah komitmen untuk menjaga alam Kaimana bagi masa depan anak dan cucu di sana," ujar Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, kepada Jubi di Manokwari, Selasa (27/2/2018).

Dia mengaku pembukaan lahan untuk perkebunan sawit tidak masuk di dalam program kerja Pemkab Kaimana karena yang telah diprogramkan adalah perkebunan pala.

"Kebun sawit bukan program Pemkab Kaimana sehingga ini juga salah satu alasan kami tolak. Tapi kami sudah programkan penanaman 1.000 pohon pala untuk masyarakat Kaimana," katanya.

Sirfefa juga menga takan dampak negatif pasca perkebunan sawit bagi lingkungan sangat besar. Selain menghilangkan humus tanah bagi mikroorganisme dan tumbuhan akibat perubahan keasaman tanah (PH) menjadi netral, pasca kebun sawit juga rentan terhadap bencana banjir dan longsor.

Terpisah, Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Kabupaten Kaimana, Yohan Werfete, mengatakan hingga saat ini masyarakat adat di wilayah Kaimana belum sepenuhnya menerima penolakan tersebut. Pasalnya, masih ada dualisme pendapat sehingga DAP Kaimana belum bisa sepenuhnya memberikan tanggapan terhadap pernyataan penolakan investor kelapa sawit oleh pemerintah daerah setempat.

“Kami dari adat belum bisa memberikan jaminan itu karena ada dua kelompok yang masih selisih paham. Satunya mendukung, satunya menolak,” ujar Werfete, kepada Jubi melalui telepon selulernya.

Dia mengatakan dalam waktu dekat DAP Kaimana akan menggelar musyawarah adat untuk mempertemukan dua pihak tersebut untuk bersama mencari solusin ya.

“Kita akan gelar musyawarah adat untuk memediasi dua pihak ini. Penolakan dari pemerintah itu sah-sah saja tapi di masyarakat adat sampai saat ini belum ada titik temu untuk mengatakan sepakat,” katanya. (CR-2*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Diduga investor sawit berkedok jagung, caplok tanah adat Suku Mpur-Kebar

Selanjutnya

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22: 23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Populer Ada “perubahan berbahaya” di Timur Tengah Dunia |â€" Jumat, 23 Februari 2018 WP | 5710x views Mereka sedang membunuh Koroway dengan air perak dan logam mulia Pilihan Editor |â€" Selasa, 20 Februari 2018 WP | 3603x views Lima Kabupaten di Papua endemis tinggi malaria Penkes |â€" Rabu, 21 Februari 2018 WP | 3563x views Mas yarakat adat Mambra ingin kembali ke Mamta Seni & Budaya |â€" Kamis, 22 Februari 2018 WP | 2826x views Mozambik berjuang lindungi 300 ribu hektar hutan bakau Dunia |â€" Selasa, 20 Februari 2018 WP | 2375x views Terkini
  • Persipura setuju LIB bayar utang sebelum Liga 1 bergulir

    Lembar Olahraga â€" Rabu, 28 Februari 2018 | 00:05 WP
  • Kerjasama dengan lima RSUD, OAP bisa gunakan Kartu Papua Sehat

    Penkes â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 23:29 WP
  • Geografis Boven Digoel sulit, BPBD Papua kesulitan t angani pasca gempa

    Anim Ha â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 23:05 WP
  • Gempa 7,5 SR di Papua Nugini tewaskan 14 warga

    Pasifik â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 22:40 WP
  • Aset Pemkab Yahukimo jadi rental, Bupati minta cek dan data ulang

    Lapago â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 22:02 WP
  • Sekda: Kehadiran ASN masih minim di Yahukimo

    Lapago â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 21:36 WP
  • Kadepa: Mungkinkah Papua tanpa militer ?

    Polhukam â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 21:15 WP
  • Legislator desak KPU Papua lantik komisioner KPU Tolikara

    Polhukam â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 21:03 WP
  • MRP PB dan DAP: Kursi Legislatif Papua Barat 80 persen harus OAP

    Domberai â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 20:20 WP
  • Ini alasan Pemkab Kaimana tolak investor perkebunan sawit

    Bomberai â€" Selasa, 27 Februari 2018 | 19:50 WP
STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pers di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kaimana

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »