WARTA 24 PAPUA BARAT

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Cuaca Buruk, Sejumlah Penerbangan Lion Air Group Terganggu

Posted by On 02.12

Cuaca Buruk, Sejumlah Penerbangan Lion Air Group Terganggu

Pesawat Lion Air terlihat terparkir menurunkan penumpang. Saat ini penerbangan dari Batam menuju Bali  begitupun sebaliknya, ditunda akibat erupsinya Gunung Agung.KOMPAS.com/HADI MAULANA Pesawat Lion Air terlihat terparkir menurunkan penumpang. Saat ini penerbangan dari Batam menuju Bali begitupun sebaliknya, ditunda akibat erupsinya Gunung Agung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lion Air Group mengumumkan sejumlah penerbangan yang terdampak cuaca buruk di sejumlah daerah di Tanah Air, Sabtu (3/3/2018). Penerbangan tersebut meliputi penerbangan yang dioperasikan oleh Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.

Capt Daniel Putu t Kuncoro Adi, Managing Director Lion Air Group menjelaskan, penerbangan Batik Air ID 6196 rute Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG)-Bandara Domine Eduard Osok, Sorong (SOQ) dialihkan pendaratannya ke Bandara Internasional Pattimura, Ambon (AMQ). Pun penerbangan Wings Air IW 1511 rute Bandara Torea, Fakfak (FKQ)- Sorong juga dialihkan ke Ambon.

"Pesawat Airbus A320 milik Batik Air dan ATR 72-600 Wings Air tidak dapat mendarat dikarenakan cuaca buruk di Sorong. Jarak pandang menjadi pendek, sehingga tidak memenuhi persyaratan pesawat untuk mendarat dan lepas landas," kata Daniel.

Berdasarkan perkembangan terkini, pengalihan pendaratan tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan (delay) pada penerbangan selanjutnya. Batik Air menyampaikan rute dan pelanggan yang terkena dampak adalah rute Sorong-Makassar-Surabaya. Untuk Wings Air, yaitu Sorong - Bandara Utarom, Kaimana, Papua Barat (KNG)-Sorong.

Baca juga : Lion Air Segera Pensiunkan Boeing 747-400

Wings Air dengan nomor IW 1296 rute Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang (KNO) ke Bandar Udara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (DTB), kembali ke bandara keberangkatan disebabkan cuaca buruk. Hal ini menyebabkan keterlambatan terbang Wings Air penerbangan dari Kualanamu menuju Bandara Aek Godang, Tapanuli Selatan (AEG) dan dari Kualanamu IW 1258 ke Bandar Udara Dr Ferdinand Lumban Tobing, Pinangsori, Tapanuli Tengah (FLZ) pergi pulang (PP).

Adapun karena cuaca buruk di Bandung mengakibatkan Wings Air IW 1289 dari Bandara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung (TKG) tujuan Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara,

Bandung (BDO) dan IW 1855 Bandara Abdulrachman Saleh, Malang (MLG) menuju Bandung, keduanya mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang (SRG).

Penerbangan berikutnya yang berpotensi mengalami keterlambatan terbang adalah Bandung-Lampung-Bandun g dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP) ke Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya (TSY).

Lion Air bernomor JT 945 dari Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin (BDJ) dan JT 913 dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru (PKU), masing-masing tujuan Bandung dialihkan ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK).

Lion Air telah memberikan informasi, potensi penerbangan yang akan mengalami keterlambatan adalah Bandung menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS), Bandara Internasional Hang Nadim, Batu Besar, Batam (BTH), Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan (BPN) dan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado (MDC).

"Untuk alasan keselamatan, Batik Air, Lion Air dan Wings Air berkoordinasi dengan pengelola bandar udara setempat, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan AirNav sebagai pengatur lalu lintas udara," sebut Daniel.


Berita Terkait

Genjot Pariwisata, Lion Air Group Terus Ekspansi Rute Internasional

Penerbangan Umrah, Lion Air Buka Rute Balikpapan-Madinah

Lion Air Group Akan Kembalikan 100 Persen Biaya Tiket yang "Refund"

Lion Air Group Siapkan Busana Hijab untuk Pramugari Rute Aceh

Tahun Ini Lion Air Group Datangkan 36 Pesawat

Terkini Lainnya

Bus    Listrik Buatan Dalam Negeri Segera Diuji Coba di Bandara Soekarno-Hatta

Bus Listrik Buatan Dalam Negeri Segera Diuji Coba di Bandara Soekarno-Hatta

Bisnis 03/03/2018, 16:34 WIB Cuaca Buruk, Sejumlah Penerbangan Lion Air Group Terganggu

Cuaca Buruk, Sejumlah Penerbangan Lion Air Group Terganggu

Bisnis 03/03/2018, 16:21 WIB Apa Latar Belakang Jokowi Bawa Orang-orang Penting ke Tanah Abang?

Apa Latar Belakang Jokowi Bawa Orang-orang Penting ke Tanah Abang?

Makro 03/03/2018, 13:30 WIB Trump: Perang Dagang Bagus dan Mudah Di   menangkan

Trump: Perang Dagang Bagus dan Mudah Dimenangkan

Makro 03/03/2018, 13:06 WIB Januari 2018, Jumlah Rekening Tabungan Naik

Januari 2018, Jumlah Rekening Tabungan Naik

Keuangan 03/03/2018, 12:58 WIB BNI TapCash Edisi Elek Yo Band Diluncurkan di Java Jazz 2018

BNI TapCash Edisi Elek Yo Band Diluncurkan di Java Jazz 2018

Keuangan 03/03/2018, 11:33 WIB Sri Mulyani Akui Sistem Keuangan Digital di Indonesia Rawan Diretas

Sri Mulyani Akui Sistem Keuangan Digital di Indonesia Rawan Diretas

Keuangan 03/03/2018, 08:00 WIB Masih Ada 68 Juta Masyarakat yang Belum Terdaftar JKN-KIS

Masih Ada 68 Juta Masyarakat yang Belum Terdaftar JKN-KIS

Makro 02/03/2018, 21:03 WIB Uang Masyarakat Yang Hilang karena Investasi Bodong Capai Rp 105 Triliun

Uang Masyarakat Yang Hilang karena Investasi Bodong Capai Rp 105 Triliun

Keuangan 02/03/2018, 20:30 WIB Sri Mulyani: Sumber Kekayaan Bukan Lagi Tambang Emas, tapi Data

Sri Mulyani: Sumber Kekayaan Bukan Lagi Tambang Emas, tapi Data

Makro 02/03/2018, 20:10 WIB Walau Rupiah Tertekan Penguatan Dollar AS, BI Jamin Ekonomi Indonesia Terjaga

Walau Rupiah Tertekan Penguatan Dollar AS, BI Jamin Ekonomi Indonesia Terjaga

Makro 02/03/2018, 19:15 WIB China Dinilai Harus Respons Kebijakan Tarif Impor Baja dan Aluminium AS

China Dinilai Harus Respons Kebijakan Tarif Impor Baja dan Aluminium AS

Makro 02/03/2018, 18:15 WIB Prudential Indonesia Bantu Sekolah di Papua

Prudential Indonesia Bantu Sekolah di Papua

Makro 02/03/2018, 17:15 WIB Pekan Ini, Kekayaan Warren Buffett Merosot Rp 51,6 Triliun, Mengapa?

Pekan Ini, Kekayaan Warren Buffett Merosot Rp 51,6 Triliun, Mengapa?

Inspirasi 02/03/2018, 16:15 WIB Selama IMF-World Bank Annual Meeting, Uang Berputar Diprediksi Capai Rp 5,7 Triliun

Selama IMF-World Bank Annual Meeting, Uang Berputar Diprediksi Capai Rp 5,7 Triliun

Makro 02/03/2018, 16:00 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Sorong Selatan

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »